Hermanbilang di kota asalku marak terjadi kasus pemerkosaan dalam angkot, kejadian itu baru saja terjadi sebelum keberangkatan Herman ke sini. Cerita Herman tersebut sontak saja mengingatkanku dengan keperihan yang aku alami dulu. Bayangkan saja, aku yang masih ABG dulu diperkosa oleh teman-teman sekolahku, bahkan beruntut diperkosa petani.
Cerita Dewasa Di Bus – Berawal dari kenalan biasa di bus AC dan saya naik bus setiap pagi dari terminal di Jakarta Timur. Sampai suatu hari, seorang wanita naik dengan saya. Jika dilihat lebih dekat, wanita itu terlihat normal untuk usianya, saya memperkirakan dia berusia sekitar 35 tahun, tetapi dipasangkan dengan blazer dan rok mini navy yang ketat, kontras dengan kulitnya yang putih. Dia naik bersamaku hari itu, dan yang mengejutkanku, dia duduk di sebelahku, meskipun ada kursi kosong, tapi yah, kurasa itu normal. Tapi aku benar-benar tidak berani menegur, terkadang aku melirik pahanya yang putih, yang tumbuh sedikit bulu halus. Itu membuatku merasa nyaman duduk bersamanya, kecuali baunya membuatku bangga duduk di sebelahnya. Hal yang sama terjadi lagi sampai hari ketiga, saya mencobanya kali ini, saya ingin bermain dengan hadiah, jadi saya memarahinya “Selamat pagi, Bu..!” “Pagi juga..” Mbak memiliki kecantikan di matanya menjawab sambil tersenyum, lalu aku membuka percakapan “Sepertinya kita sudah bersama selama tiga hari berturut-turut.. eh? Mau turun dimana…?” Dia menjawab “Di Sarinah Mas. .” Saya bertanya “Kamu kerja disana..?” Lalu dia menjawab, “Oh tidak, saya bekerja di dekat Sarinah.” Lalu percakapan biasa, melibatkan kemacetan lalu lintas, sampai dia bertanya di mana saya bekerja, dan saya berkata pada komputer, Dia mengatakan bahwa kantornya menggunakan banyak komputer. Lalu dia berkata, “Bisakah Anda memberi saya kartu nama”, jadi saya memberinya kartu nama, tetapi ketika saya meminta kartu namanya, dia tidak memberikannya itu karena dia tidak memilikinya. Ternyata hari ini adalah hariku dan aku langsung tahu namanya “YULI” tidak juga dan kemudian kami selalu bersama setiap pagi dan telepon mulai berdering segala macam obrolan ringan. Cerita Ngentot Tragedi Sebuah Perjalanan Suatu kali, saya tidak melihatnya selama 5 hari berturut-turut. Saya harus menunggu sampai larut malam untuk sampai ke kantor. Saya tidak bisa masuk ke kantornya, tetapi dia akhirnya menelepon dan mengatakan dia sakit. Kami bertemu lagi pada hari Senin, kali ini tanpa seragam, hanya celana jeans dan kaos oblong, yang membuat payudaranya yang montok jelas menarik perhatian orang-orang di sekitarnya, kali ini dia meminta saya untuk membolos, “Guru, saya butuh bantuan. “, Katanya. “Guru, kalau bisa hari ini tidak usah ke kantor, biar saya yang ke Bogor… Kalau tidak keberatan, tahu?” Aku tidak terlalu memikirkannya dan menjawab, “Ya.. Dehhe aku akan bersamamu …”, berpikir dalam hati, oh maaf, ini klien saya dengan janji. Dengan alasan keluarga saya perlu izin untuk tidak masuk, saya dan Yuli pergi jalan-jalan ke rumah teman di Kota Bogor. Sesampai di sana, saya diperkenalkan dengan seorang teman bernama Nia dan mereka berbicara di belakang sementara saya sendirian di ruang depan, dan kemudian mereka kembali dan kami mengobrol bersama. Jelas, kalau Nia mau pergi, dia pergi kencan dengan teman-temannya, jadi kita di rumah sendiri. Ngobrol di karpet dan nonton TV, Yuli memeluk pangkuanku, bercerita macam-macam, dan aku menjadi pendengar yang baik sampai dia bertanya Foto Emak Stw Tua Cerita Sex Baju Tidur Lalu aku menjawab, “Ah, tidak apa-apa, Bu!” Hatiku juga sakit. Itu adalah tulang kemaluanku, dan aku sedikit terjaga dengan mengintip dadanya yang montok dan putih. BHnya baru setengah dipakai bagian atas lebih terbuka, dan bakso di bagian dada sedikit menonjol. Tak disangka, tanyanya lagi. Tapi kali ini dia tidak tahu, mungkin hanya untuk bersenang-senang, “Oh, jangan khawatir, Nia baru kembali sore ini, dia teman baikku, aku sering tinggal di sini, dan dia suka tinggal di rumahku,” aku terdiam. Duduk bersandar di dinding, Yuli juga berbaring di kakiku, membuatku agak sulit melepas celana jeansku, hanya menyentuh pahaku. Begitu dia melihat penisku, dia langsung berkata di tangannya, Kemudian mulai gemetar dan membelai kepala dengan tangan yang lain, yang membuat saya merasa lucu tapi enak. Kemudian, saat penisku mulai mengeras, dia mendekatkan wajahnya dan mulai menjilati bagian bawah penisku dengan ujung lidahnya. Dia menggigit sesekali, yang membuatku ngeri membaca, dan akhirnya aku berkata, Cerita Dewasa Kemping Bersama Anak Abg Kemudian dia bangkit dengan tersenyum dan membuka kancing ikat pinggangnya, mengancingkan celananya, dan mengancingkan celana jeansnya, membuat perutnya tampak putih dan ujung celana dalamnya sedikit terbuka, lalu dia menarik T-shirt dan mengambilnya. Lepaskan agar saya bisa melihat dengan jelas keindahan di baliknya. Payudaranya yang melengkung BH no 36, kemudian dia mulai menurunkan celana jinsnya dan sekarang hanya memakai bra dan celana dalam. Oh.. CD-nya kecil sekali, betapa montoknya wanita ini ketika dia berbaring kembali di posisi semula. Tapi kali ini dia tidak hanya memainkan alat kelaminku, dia mulai memasukkannya ke dalam mulutnya. Rasakan lidahnya bermain di alat kelaminku, oh.. yummy. Saat membuka baju saya mencoba untuk mengangkat pantat saya untuk mendapatkan lebih banyak dan jelas dia tahu apa yang saya maksud dan dia memasukkannya ke tenggorokannya Saya tidak pernah mengukur batang penis saya sendiri tetapi batang penis saya terjebak di mulutnya, masih sekitar 2 buku jari di luar sana, sampai Yuli tersedak sejenak. Saya segera berbalik dan berbaring, sekarang di 69. Aku membiarkan dia bermain dengan penisku, mencium halus, paha bagian dalam putih Yuli sambil mencubit pantatnya yang tertutup panty. Perlahan kutarik celana dalamnya hingga aku bisa dengan jelas melihat bulu tebal di sekitar penisnya kontras dengan warna kulitnya yang putih, begitu tebal hingga rambut tumbuh di sekitar anusnya. Oh betapa indahnya panorama di depanku dan aku mulai menjilati vaginanya yang harum karena terlihat sedang rajin menggunakan sampo khusus vagina. Saat itu, ada erangan rendah. “Oh Mas, aku tidak tahan… ah”, dia tampak bersemangat. Penisnya mulai lengket, payudaranya mulai mengeras, dan akhirnya aku bangun, membalikkan tubuhnya, dan melepas bra-nya, meninggalkan tubuh montoknya yang terlihat telanjang. Saya perhatikan bahwa itu tampak sempurna dari atas ke bawah, putih, halus, dan rambut kemaluan terlihat tebal. Ketika saya melihat ini, tangannya terus memegang tulang kemaluan saya, dan saya akhirnya meluruskan pahanya dan mengangkatnya sehingga vagina dan lubang anusnya terlihat jelas. Lalu perlahan aku menarik tongkatku dari mulutnya dan mengubah posisi. Aku memeluknya dan mencium bibir, leher, dan telinganya. Hal ini membuatnya bersemangat dan berbisik, “Mas, silakan masuk Maas…!” Lalu aku bangkit dan menatapnya, mengatur posisi kakinya bersilang sehingga pahanya menempel di dadanya. Lalu aku berjongkok, memegang barku, aku mengarahkannya ke vaginanya, dan aku menjulurkan kepala penisku. Aku menekan sedikit demi sedikit dan dia mulai mengerang, tangannya menempel padaku, matanya terpejam, kepalanya bergoyang dari sisi ke sisi, vaginanya basah kuyup. Itu membuat vagina saya basah kuyup dan saya mulai masuk dan keluar berirama, tetapi hanya di kepalanya. Sekarang dia mulai mencoba memutar pinggangnya dan mencoba menekan untuk membuat batang penisku ke posisi umum, tapi aku tetap di tempatku dan terus bermain dengannya. Akhirnya karena tidak tahan, dia memohon “Mas.. oh.. masuk, Mas, tidak kuat.. oh.. Mas”, dia bertanya. Akhirnya, saya mulai mendorong penis saya perlahan tapi kuat. Berjongkok dengan kaki di bahu saya, saya mulai mencium lutut lembutnya, Mbakyuli mulai mengayunkan pinggangnya ke atas dan ke bawah, dan setelah sekitar 10 menit dia mulai meregang, goyah dan merintih. “Ayo Mas.. akhh.. lanjutkan.. Mas..” Aku mulai memompa dengan ritme yang lebih cepat, memutar-mutar sesekali untuk mendapatkan rambut kemaluanku di klitorisku. Ini memberi Mbak Yuli “orgasme,” atau orgasme, dan saya merasakan aliran panas cairan mengalir melalui tulang kemaluan saya dan tubuhnya meregang dengan hebat. Biaya Perawatan Korban Bus Doa Ibu Ditanggung Jasa Raharja Jawa Barat “Mas Ohh.. psstt.. akh..” dia terkesiap, dan sesaat kemudian dia terdiam dan aku berhenti bergoyang. Aku menarik penisku perlahan, dan saat aku menariknya keluar, ada bekas cairan cair yang membasahi permukaan vaginanya. Nafasnya seperti tersengal-sengal, seperti ada yang kabur. Aku duduk diam, alat kelaminku masih berdiri, dan Mbak Yuli tersenyum. Dia melihat tulang kemaluanku yang masih berdiri saat dia berbaring telentang dengan rambutku terurai. Dia memegang tangannya dan berkata, “Tapi besar juga lho, Maas.” Aku hanya menghisap sebatang rokok dalam diam, lalu menyalakannya, dan kulihat Mbak Yuli masih memainkan penisku sambil berkata “Beri aku 5 sampai 10 menit lagi, Mas, jadi aku bisa tidur lagi,” aku mengangguk pelan. Putaran kedua dimulai dan saya berbaring dan dia berpose di atas saya dan dia mengangkangi paha saya dan memegang tulang kemaluan saya yang masih keras dan kencang dan memasukkan lubang vaginanya dan dia mulai bergerak ke atas dan ke bawah seperti seorang penunggang kuda. Payudaranya bergetar, lalu aku refleks memegang putingnya, memelintirnya, membuat Mbakyuri bersemangat. Setelah sekitar setengah jam, saya merasakan sperma saya keluar. Segera aku membalikkan tubuhnya dan bernafsu lagi vaginanya, Mbak Yuli merasa seperti aku akan melepaskan spermaku dan dia langsung berkata, “Aduh Mas ohh.. yummy.. Mas.. akhh.. mass”, Mbak Yuli akhirnya kembali orgasme, meninggalkan vaginanya yang basah. Itu membuatku lebih nyaman. Pada akhirnya saya tidak ingin menahan sperma saya lagi, rasanya saya tidak bisa menahannya lagi pada akhirnya. Aku segera mencabut batang kemaluanku, memegang batang kemaluanku dengan tangan kananku, dan menekan pangkal kemaluanku dengan tangan kiriku. Saat itu, Mbak Yuli memasukkan jari ke dalam anus saya, menyebabkan sperma saya banyak berceceran. Kenangan Bus Kota Jogja Di Jalur Kopata, Aspada, Kobutri Dan Puskopkar
CERITADEWASA 18 + membawa sebuah tas bahu yang berisi pakaian dan orang lain yang membutuhkan; tas.Sekitar 10menit aku duduk, kebetulan kursi bus tsb 1-2, tangan kanan satu, sdgkan kiri untuk 2 orang (super eksekutif) !! Waktu adalah malam, keadaan gelap di dalam bus, bahkan jika ada lampu kecil di atas kursi, tapi aku lbh penggunaan tak
Cerita Dewasa Birahi Di Kereta Api Malam – Terlebih dahulu perkenalkan, nama saya Maimunah, saya sering dipanggil Munah. Almarhum suami saya seorang Kapten kapal suatu perusahaan angkutan laut swasta. Umur saya sekarang 42 tahun, dengan dua orang anak yang sudah berumah tangga. Meskipun umur hampir setengah abad, kata orang saya masih cantik dan seksi. Pekerjaan saya sekarang adalah sebagai pedagang konveksi, bahan pakaian saya buat di Yogyakarta, dan dikirim ke Jakarta. Tulisan di bawah ini adalah pengalaman pribadi saya waktu pertama kali berkencan dengan pacar sudah berapa kali saya naik kereta api malam begini, baru malam ini hati saya berdebar-debar. Ada yang saya takuti? Sama sekali tidak. Jantung saya berdebar-debar karena penumpang di samping saya yang sejak tadi merebahkan kepalanya di atas bahuku. Penumpang itu, seorang laki-laki ganteng yang memperkenalkan dirinya, namanya Nana Permana. Dia berumur kurang lebih 20 tahun lebih muda dari saya, dengan tubuh yang tegap dan kulitnya yang bersih. Meskipun sebagian besar penumpang di atas VIP Argo Dwipangga sudah lelap, mata saya bahkan tidak mau saya pejamkan. Padahal waktu itu arloji sudah menujukkan pada angka satu. Jam satu malam. Tidak ada lagi suara orang bercakap-cakap atau bergurau. Semua sudah larut dalam mimpinya sendiri-sendiri. Jantungku tambah berdebar ketika dari balik selimutnya, pemuda tadi menyentuh dada saya yang juga tertutup jari-jari tangan kanannya mulai meraba-raba payudara saya, rasanya saya mau berteriak keras-keras ingin memberontak karena kehormatan saya sebagai janda seorang Kapten kapal sedang dinodai. Tetapi saya malu. Nanti orang segerbong akan terbangun semua. Terpaksa saya biarkan saja. Rabaannya makin lama makin aktif. Mula-mula dielus-elusnya seluruh permukaan buah dada saya, lalu diremasnya pelan-pelan. Kadang, buah dada saya ditekan-tekan, lalu diremas-remas lagi. Demikian berganti-ganti payudara kanan dan kiri. Setelah meraba, menekan dan meremas-remas, putingnya dipilin-pilin di antara jari telunjuk dan ibu jarinya. Mula-mula terasa geli, tetapi lama kelamaan terasa nikmat. Payudara saya memang besar, seperti juga pantat saya. Meskipun payudara saya itu tidak lagi kencang seperti waktu muda, tetapi isinya masih padat. Perasaan apa ini? Mungkin perasaan nikmat yang tidak pernah saya rasakan lagi setelah 10 tahun ditinggal suamiku karena dia telah meninggal. Sejak itu, buah dadaku tidak ada yang meraba, demikian juga vaginaku tidak ada lagi yang “mengisi”. Tetapi malam ini, kurasakan kembali kenikmatan itu. Apalagi tangan kiri Mas Nana, juga mulai meraba itu saja. Tangan pemuda itu juga mulai turun, mengelus-ngelus perutku. Ke bawah lagi, tangan itu menggelitik vaginaku. Mula-mula bibir vaginaku diusap-usap dengan keempat jarinya, sambil ibu jarinya menekan-nekan klitorisku. Rasanya semakin nikmat. Kini saya tidak lagi dan berniat akan berteriak. Saya menikmati perangsangan pada vaginaku. Belum lagi sesekali jari telunjuknya dimasukkan ke liang vagina. Pelan-pelan jari itu diputar mengelilingi seluruh dinding vagina, sambil dimasukkan lewat bibir vagina dalam labia minora. Aduh, bukan makin. Birahiku semakin terbangun setelah sekian lama saya tidak merasakan birahi yang memang sudah saya tunggu-tunggu. Cairan vagina mulai merembes dari dalam vagina. Saya rasakan debar jantung saya semakin kuat, nafasku sedikit tersengal. Tetapi di tengah gejolak berahiku tersebut, pemuda tadi berbisik, “Kita lanjutkan, di kamar kecil. Saya tunggu!”Entah setan betina mana yang telah merasuki tubuhku. Yang jelas, bagaikan kerbau dicocok hidungnya, beberapa menit kemudian, saya menyusul pemuda tadi. Sampai di depan kamar kecil, pintunya sudah dibuka oleh Mas Nana. Saya kemudian masuk. “Aduh… ibu cantik sekali…” Tersentak juga saya mendengar ucapan pemuda tadi Cantikkah saya?, tentu. Mana ada janda seorang Kapten kapal yang tidak cantik. Kalaupun ada, jumlahnya tidak banyak. Seberapa cantikkah? Tidak perlu susah-susah membayangkan. Kata orang, saya mirip artis film hot Eva Arnaz, itu artis yang lama pacaran dengan Adi Bing Slamet itu. Namun belum sempat saya menyambut ucapan pemuda yang wajahnya imut-imut mirip bintang sintron Anjasmara, leherku sudah dipeluk dengan kedua segera menerkam dan melumat bibir saya. Ditekannya kuat-kuat, sampai hidung saya tertindih hidung Mas Nana. Karena jadi sulit bernafas, tanganku mendorong dada Mas Nana. Tetapi Mas Nana bukannya mundur, tetapi justru serangannya semakin menggebu, hanya sekarang ke wilayah leher, bawah telinga, serta daerah dagu. Itu semua adalah daerah yang sensitif bagi wanita. Mungkin parfum lembut yang saya pakai ikut juga merangsang nafsu birahi Mas Nana, terlihat dari gerakannya yang seperti harimau kelaparan yang ingin cepat-cepat merobek dan memamah mangsanya. Saya sendiri sangat terangsang dengan bau parfum rambut dan body-lotion Mas Nana. Dan gelegak birahiku itu cukup dipuasi dengan amukan nafsu birahi serangan total Mas wajahnya yang dienduskan ke seluruh tubuh saya, kedua tangannya seolah memegang kemudi yaitu buah dada saya. Meremas, menggoyang-goyang, memutar-memutar dan entah diapakan lagi, semuanya memberikan kenikmatan yang luar biasa. Dengan menempelkan penisnya ke vagina saya, saya seolah diajak terbang memasuki alam maya surga kenikmatan yang sudah lama tidak saya rasakan. Pegangannya ke payudaraku kadang dipindahkan ke alat vital saya, dielus-elus, ditarik-tarik klitorisnya. Rasanya diperlukan lima pasang tangan lagi untuk dapat meraba, menggerayangi, memijat-mijat seluruh tubuhku yang sintal ini sekaligus. Kemudian pindah lagi, sekarang kedua telapak tangannya mencubit dan mencowel pantatku seperti mencowel terasa sakit, dengan manja saya membisikkan, “Sakit Mas…” “Habis gemes siih…” jawabnya sambil mencowel lagi. “Aduhh… Mas… jangan… sakit… sakit sekali… Mas nakal…” desahku Lama-lama saya tidak kuat lagi bergumul sambil berdiri seperti ini. Denyut jantungku makin meningkat, mengalirkan aliran listrik kebirahian di sekujur tubuhku. Ditambah lagi dengan sentuhan benda bulat, padat dan hangat yang sejak tadi berada di antara kedua pahaku. “Mas Nana… saya sudah ngga kuat Mas… masukkan sekarang Mas…” “He ehh.. iya… iya… sayang…” katanya didudukkan di atas wastafel, setengah duduk setengah berdiri. Dan benda nikmat itu pelan-pelan dimasukkan ke liang vagina saya. “Bleeessss..,” bunyi batang kejantanannya memasuki liang nikmatku. “Aduh… nikmatnya…” teriakku dalam hati. Setelah masuk, penis itu tetap diam, tidak ditarik keluar. Ini merangsang dinding bagian dalam vaginaku yang langsung mulai meremas-remas benda hangat tadi. Saya rasakan vaginaku seperti berdenyut. Orgasmus. Oh… alangkah nikmatnya. Meremas secara ritmis, mula-mula kuat, lama-lama melemah seiring dengan dengusan nafasku yang makin cepat dan tidak seorang musafir yang sudah berhari-hari kehausan di tengah padang pasir, itulah rasa nikmat yang saya dapatkan lewat vagina saya. Sudah 10 tahun tidak diberi “makan”. Kenikmatan ini terulang lagi manakala sambil menciumi pipi dan belakang telingaku, batang kemaluan Mas Nana dimasuk-tarikkan ke liang vagina saya yang merekah. Listrik birahi makin meningkat voltasenya. Entah berapa kali vagina saya ber-orgasmus secara beruntun dalam jarak yang demikian pendek. Mungkin lima kali atau lebih saya merasakan orgasmus. Pria yang sudah tua atau kurang perkasa biasanya sudah “loyo” saat batang kemaluannya “dikunyah” vagina wanita seperti saya. Meskipun oragasmus-ku sangat kuat, tetapi batang kemaluana Mas Nana tetap kuat, padat dan hangat. Tidak kendor, loyo atau kempes.“Hebat benar lawan mainku saat ini.” kata saya dalam hatikarena merasakan nikmat tida tara. Kini badan saya mulai lemas. Orgasmus yang saya rasakan memakan energi yang cukup banyak. Ya… seperti energi seseorang yang bergulat sambil berlari. Keringat panas keluar dari tubuh saya bercampur dengan keringat Mas Nana yang benar-benar menaikkan birahi kami. “Saya tembakkan sekarang ya… yang.. sayang…?” bisiknya lembut. “He… ehh.. saya sudah terangsang sekali Mas…” Kini batang kejantanan Mas Nana mulai “memompa” vaginaku. Masuk-keluar dan terus masuk-keluar. Mula-mula pelan kemudian makin lama makin cepat. Vaginaku terasa seperti di”charge” disetrum listrik.“Terus… terus… masuk-keluar… masuk-keluar… in-out… in-out… terus…” pintaku dalam hati karena membawa perasaan yang luar biasa. Saya tidak bisa membayangkan wajah saya. Saya juga tidak dapat membayangkan rambut saya yang sudah diacak-acak jari Mas Nana saat menggumuli saya. Tetapi saat batang kejantanan itu dipompakan ke vagianku, saya tidak dapat menceritakan rasanya. Bila saja saat ini saya terbaring di tempat tidur, saya pasti akan bergolek menggeliat-geliat seperti cacing menari di saat “Dukk..!” batang kejantanan milik Mas Nana berhenti bergerak, masuk sangat dalam ke liang wanitaku. rupanya dia mengalami ejakulasi. Air mani Mas Nana meyemprot ke dalam liang vagina saya. Rasanya saya seperti kram. Pantat Mas Nana secara refleks saya tarik dan tempelkan kuat-kuat ke permulaan vagina saya. Saya lihat Mas Nana menikmati sekali puncak kepuasan itu, demikian juga saya. Nafas kami mulai mengendor. Rasanya seperti baru saja megikuti lomba lari cepat. Kami berdua mandi keringat. Keringat birahi. Keringat kenikmatan di atas sebuah gerbong kereta api yang sedang berjalan. TAMAT Birahi Di Kereta Api Malam
Pengalamankudiatas Bus. Hari sudah sore ketika aku tiba di terminal Lebak Bulus. Hari itu hari terakhirku menjadi bujangan. 4 hari lagi, aku akan menikahi Mei, kekasihku selama 6 tahun. Hari ini aku pulang ke Jogja, ke tempat kelahiranku untuk bertemu dengan keluarga. Hidupku sungguh sempurna.
Hari sudah sore ketika aku tiba di terminal Lebak Bulus. Hari itu hari terakhirku menjadi bujangan. 4 hari lagi, aku akan menikahi Mei, kekasihku selama 6 tahun. Hari ini aku pulang ke Jogja, ke tempat kelahiranku untuk bertemu dengan keluarga. Hidupku sungguh sempurna. Tepat setelah aku lulus dari kuliah, aku mendapatkan kerja yang cukup nyaman di sebuah perusahaan telekomunikasi cukup besar daerah Jakarta Selatan. Tinggal jalan kaki ke Pondok Indah Mall. Mei, calon istriku, kemudian menyusul ke Jakarta dan bekerja di sebuah bank di Bintaro. Perjalanan cinta kami bisa dibilang cukup mulus. Benar-benar sebuah hidup yang sempurna. Aku pun bukan orang yang aneh-aneh. Aku dibesarkan dalam keluarga yang cukup religius dan sangat teratur. Sepanjang sejarah kehidupanku, bisa dihitung berapa kali aku melanggar aturan atau norma. Kenakalanku paling besar hanyalah minum tomi topi miring in case you’re wondering dan sedikit magadon, waktu acara naik gunung di SMA. Tapi itu dulu. Hampa kadang terasa. Hidup serasa jalan tol, tanpa rintangan, mulus tanpa gejolak, penuh aturan. Kadang aku ingin, sekali-kali memberontak, melanggar aturan. Sekali dalam seumur hidup. Aku beranjak di tengah kerumunan calo-calo untuk mencari busku. Sumber Alam. Langgananku selama 2 tahun terakhir. “Mbak, Sumber Alam yang Bisnis belum datang ya?” tanyaku kepada seorang petugas loket. Manis juga. Item manis sih tepatnya. “Dereng mas, jogja ya? Mangke setengah jam malih …,” Lho, kok bahasa jawa? “Nuwun nggih mbak.” Aku duduk menunggu. Asap bus benar-benar menyesakkan. Aku merasakan diriku sesak napas. dari dulu memang aku tidak pernah suka keramaian dan kesesakan Jakarta. Tapi kepepet sih, harus cari upa “cari nasi” di Jakarta. Tak lama kemudian bis itu datang juga. AB 7766 BK. Aku bergegas naik. 14A. dua tempat duduk. Aku sengaja mencari tempat duduk persis di bawah AC. Biar bisa tidur lelap. Aku segera menutup mata. Mengurangi kebisingan akibat lalu lalang orang mencari tempat duduk. “Mas, mas, maaf …,” ada suara merdu rupanya. Aku membuka mataku. “Maaf, apa boleh tukeran sama suami saya? Suami saya dapat tiket tempat duduk di seberang. Soalnya beli tiketnya baru aja tadi.” Aku melihat ibu yang menyapa tadi. Kemudian melihat suaminya yang tersenyum mengangguk kepadaku di seberang kursi kami, menggendong anak yang kira-kira berusia 5 tahun. “Aduh, bu, maaf, bukannya saya tidak mau, cuman memang saya sengaja memilih tempat di bawah AC ini bu. Maaf ya,” jawabku agak keberatan. Bukannya apa-apa, tapi aku paling tidak suka diganggu dengan masalah orang yang telat membeli tiket seperti pasangan ini. Ibu itu cemberut. “Ya sudahlah pa, kita ngalah aja. Aku duduk di sampingnya mas ini aja.” Whatever. aku kembali menutup mataku. Perjalanan ini sesungguhnya bakal menyenangkan, kalau tidak harus mendengar rengekan anak 5 tahun yang sepertinya tidak pernah diam itu. Belum lagi suara ibu-ibu di sebelahku ini, yang ya ampun, cerewetnya. Aku jengkel banget. Hujan mulai turun. Airnya menetes membentuk alur di kaca jendelaku. Masih terjebak di Cawang. Sial. Untung Cikampek tidak macet. Kendaraan mulai menderu, bertambah cepat. Kulihat tebaran warna hijau ditimpali air hujan yang begitu deras di sebelah kiri jalan tol. Suara air hujan menderu keras sekali di atas atap. Orang-orang sudah mulai menampakkan kantuk, dan sepertinya suasana menjadi begitu sepi. Uh, begitu romantis. Kalau saja Mei di sampingku, pasti kepalanya sudah bersandar di bahuku, dan tangannya memeluk lenganku. Kalau saja …. Aku memandang ke samping. Ibu itu kini sedang sibuk memberikan makan kepada anaknya. Si bapak sedang sibuk dengan PDAnya. Tipikal keluarga Jakarta, berumur di akhir 30an dan baru saja mempunyai anak. Tampaknya keluarga berada. Tapi ngapain naik bis ya? Ah, peduli amat. Aku kembali menutup mataku. Hari berangsur gelap. “Pengumuman, bapak ibu. Mohon maaf bahwa ada kerusakan teknis yang menyebabkan lampu tidur tidak dapat menyala,” kata kenek bus itu mengagetkan aku. “huuuuu,” para penumpang menyahut serentak. Sip. aku paling tidak suka lampu tidur yang remang remang. Aku paling suka gelap. Tidurku pasti nyenyak malam ini. Perjalanan yang panjang menuju Yogyakarta. ———— Aku melirik jamku. Jam 9 malam. Semua orang tampaknya sudah terlelap. Tidak terkecuali ibu dan anak di sampingku. Bus tadi baru saja berhenti di tempat makan. Orang-orang makan malam dan ke belakang. Pasti mereka kekenyangan, dan acara yang paling menyenangkan setelah makan adalah tidur. Hujan masih turun, rintik-rintik. Aku melanjutkan tidurku. Tidak berapa lama aku terlelap, aku merasakan kaki anak di sebelahku menyentuh kakiku. Sialan. Itu berarti sepatu anak itu kena celanaku. Aku menggeser-geserkan kakiku agar kaki anak itu tidak menekan celanaku. Tentu saja dengan mata terpejam. Tidak disangka, kaki itu balas menggesek. Eee, kurang ajar. Aku segera membuka mataku untuk menegur orang tuanya. Aku terkejut. Ternyata itu bukan kaki anak kecil. Itu kaki orang dewasa. Kaki ibu itu. Si anak ternyata sudah tidak ada di pangkuan dia. Kemungkinan ada di pangkuan si bapak. Aku segera menutup mataku, pura-pura tidur. Perasaanku mengatakan ada sesuatu yang lain yang akan terjadi. Aku kembali menggesekkan kakiku, menunggu responsnya. Dan ibu itu balas menggesek. Aku sedikit membuka mataku. Kilatan cahaya dari luar bus memberikan sedikit penglihatan mengenai ibu di sampingku. Matanya juga terpejam ternyata. Tiba-tiba ibu itu menggeser sedikit tubuhnya. Ya, kearahku. Kami berdua menjadi duduk berdempetan. Sisi samping kananku menempel pada bagian kiri tubuhnya. Harum rambut dan parfumnya mulai merasuki hidungku. Aku mulai terangsang. Aku mencoba untuk lebih berani. Tubuhku aku condongkan sedikit ke depan, dan kemudian aku bergeser ke arahnya. Sehingga posisi saat itu, lenganku tepat di depan dadanya. Tubuh itu diam saja. Lenganku kemudian ku tekan sedikit ke belakang, sehingga aku bisa merasakan sesuatu yang begitu empuk. Ya, payudaranya. Payudaranya besar. Aku bisa merasakan volumenya ketika lenganku menggeseknya. Dan sangat empuk. Sikuku kemudian membuat gerakan melingkar di dadanya. Pelan sekali, sikuku bergerak. Aku tidak mau membuat ia berpikir macam-macam dan kemudian menamparku. Tubuh itu diam saja. Kulirik matanya. masih terpejam. Tapi aku mendengar dia menghela napas. Jadi ia terangsang. Aku? sangat terangsang. Aku merasakan dadaku berdentum-dentum. Kepalaku berputar-putar karena aliran darah yang sangat cepat ke otakku. Aku bisa mendengar degup jantungku di telingaku sendiri. Aku akan melakukan dosa. 4 hari sebelum pernikahanku. Sepanjang sejarah hidupku. Tapi perasaan itu, nafsu itu, benar-benar membuat aku tidak tahan ….. lenganku terdiam sebentar dari kegiatan menggesek dadanya. Yang lebih mengejutkan lagi, tangan ibu itu mulai mengelus pahaku. ya, pahaku yang dibalut celana panjang kain warna coklat. Tangannya sangat perlahan mengelus kakiku dari mulai pangkal paha sampai atas lutut. Aku gemetar. Sangat gemetar. Aku tidak tahan …… Sekarang posisiku berubah. Aku membuka tas dan mengambil sweater. Aku sudah memakai jaket tentu saja, karena aku tidur di bawah AC. tapi sweater tadi untuk maksud lain. Sweater tadi kemudian aku tutupkan di atas dadaku, dan kemudian tanganku kulipat. Apabila dililhat dari jauh, seperti orang yang tangannya kedinginan karena AC. Tapi bukan itu alasannya. Aku beringsut lagi mendekati tubuhnya. Tangan ibu itu masih mengelus pahaku. Kami berpandangan sebentar. Lucunya, setelah itu kami berdua kembali bersender pada tempat duduk kami dengan mata terpejam. Tanganku mulai beraksi. Tangan kiriku yang tadi dilipat mulai bergerak ke arah dadanya. Sangat pelan. Tangan itu mulai menyusuri bukit indah yang tertutup kain, mulai dari tepi. Aku sangat menghayati momen itu. Pelan-pelan kuelus bukit indah itu, dari tepi ke kanan. Sedikit ku remas, tapi tidak banyak. Aku tidak mau menyakiti bukit indah itu. Sungguh, ibu itu mempunyai dada yang sempurna. Besar, dan sangat kenyal. Aku merasakan bahwa dia memakai BH yang berenda. Aku membayangkan bentuknya. Mungkin warnanya hitam. Atau merah. Dan rendanya sedikit tembus pandang. Mungkin cupnya cuma setengah. Mungkin cupnya tidak bisa menahan volume payudara sebesar itu. Oooh, aku semakin terangsang. Ibu itu mengenakan baju jeans terusan dengan bawahan rok dengan kancing dari dada sampai di lutut. Kain jeansnya untungnya kain yang lemas, sehingga aku bisa merasakan tekstur renda BHnya. Sangat merangsang. Aku melirik sedikit ke arah dia. Dia masih terus mengelus pahaku. Aku tidak sabar. Tangan kananku yang nganggur kemudian memimpin tangannya ke penisku yang sudah tegang. Aha, dia mengerti. Kemudian dia berlanjut mengelus kontur penisku dengan jari telunjuk dan jempolnya yang tercetak jelas di dalam celanaku. OOoh, mantab. “Besar …..,” desisnya. Matanya tetap terpejam. Mataku juga. Aku melanjutkan kenakalanku. Kali ini, dua kancing tepat di depan dada besar itu aku buka. Dengan susah payah. Pernah membayangkan membuka kancing-kancing besar pada kain jeans? Yup, susah sekali. Akhirnya dia turun tangan. Tangannya kanannya membantuku membukanya. Tanganku kemudian masuk pelahan ke dalam bajunya, untuk merasakan keindahan payudara di baliknya. Bayanganku memang menjadi kenyataan. BH setengah cukup yang terlalu kecil, dengan renda yang sangat merangsang. Aku suka sekali renda, terutama apabila renda itu ada di tempat yang tepat. BH dan celana dalam. Aku kembali mengelus dadanya. SEkarang aku sedikit meremasnya. Sensasinya benar-benar luar biasa. Dia mendesis. Kepalaku berdentum-dentum. Jantungku berdebar sangat keras. “Buka,” bisikku lirih. Mungkin tidak terdengar. Tapi aku tidak mau mengambil resiko terdengar. Apalagi oleh suaminya yang hanya duduk 50 cm di seberangnya. Ternyata dia mendengar. Dia berhenti mengelus penisku, membungkukkan sedikit badannya, dan kemudian berusaha melepas kait BHnya di belakang. Agak lama dia membukanya. Selagi dia membuka BHnya, pelahan aku menarik ritsleting celanaku ke bawah. Pelaaan sekali. Setelah itu, aku memelorotkan celana dalamku. Tidak melorot sih sebenarnya. Cuman mengaitkan kolornya ke bagian bawah penisku. Tidak nyaman memang. Tapi sekarang penisku bisa bebas mengacung menunjuk langit. Menanti elusannya. Sepertinya kait BHnya sudah lepas. Tangan dia sepertinya cerdas, kembali mencari sasarannya yang tadi lepas. Dan dia tidak kaget, kali ini penisku sudah tegak menjulang, keluar dari celana. Kemudian dia seperti terkejut dan kemudian menarik tangannya dan kemudian melipatnya di depan dada. Pura-pura tidur, sambil menutupi dua kancing dadanya yang sudah terbuka lebar. Sial. ada orang mau ke toilet. dia berjalan melangkah dari depan. Untung aku ada sweater yang bisa menutupi si “burung” nakal. Aah, seorang wanita. Bakalan lama nih. Jantungku berdegup keras. Lama sekali orang itu di toilet. Aku mulai tidak sabar. Penisku sudah mulai menyusut. ya iyalah, baru juga pemanasan. Kepotong deh. …. Akhirnya wanita itu lewat juga di di samping kami. Uuuh, lega. Tangan ibu itu mulai duluan, menyusup di bawah sweater, mencari “adikku” yang mulai tegang lagi. hmmm. Tangannya sungguh mulus, dan sentuhannya, benar-benar nikmat. Dia tahu betul cara merangsang penis dengan sentuhan. Sentuhan itu ringan, seperti melayang. Dia tidak meremas, atau menggosok terlalu keras. semuanya serba ringan dan melayang. Dan itu membuatku melayang. Tanganku juga tidak mau kalah, seperti mempunyai mata sendiri yang bergerak mencari sasarannya. Si bukit kembar yang kenyal. Dan tangan itu menemukan sasarannya. Dada itu benar-benar lembut. Mulus tak bercela. Aku meresapi setiap jengkal usapan tanganku di dadanya. Meremas pangkal dadanya. Memilin putingnya. Putingnya. Putingnya runcing, ukurannya luar biasa, sepanjang buku jari telunjukku. Dan keras. Sangat keras. Sperti penis kecil. Aku memilinnya. lagi. Dan dia mendesis. “jangan keras-keras,” bisiknya sangat lirih. AKu mengerti. Aku meremas, memilin, mengelus tanpa henti. Benar-benar nikmat. Tapi tetap ada yang kurang. Kami berdua tidak terpuaskan. Penisku tetap tegang luar biasa. Dan rasanya mulai sakit sekarang. berdenyut-denyut ga karuan. Tangannya masih tetap mengelus penisku, tapi sungguh, tangan itu tidak mampu membuat aku nikmat terus-menerus. Dia mengerti hal itu. “Ke bawah ….,” bisiknya sambil mengarahkan tanganku yang tadi ada di dadanya ke arah bawah. Aku langsung tanggap. Tanganku berubah posisi, mengelus pahanya yang tertutup kain jeans. Tidak berasa memang. Tapi dari gerakan tubuhnya aku tahu, dia sangat terangsang. Dia berulangkali menggerakkan tubuhnya, seolah menikmati betul elusan tanganku di pahanya. Pelan-pelan aku naik sedikit ke atas, tepat di gundukan di bawah pusar itu. Dia menahan tanganku. “Jangan … “ Aku nekat. “Jangan …” Ok. Aku turuti. Aku kembali mengelus pahanya. Kali ini tanganku lebih berani. Kupegang ujung roknya dan kunaikkan sedikit ke atas. Dia tidak menolak. Aku kembali mengelus pahanya. Hhhm, sungguh mulus. Benar-benar mulus. Aku merasakan bulu-bulu halus di telapak tanganku. Dia terengah-engah. Tangannya sejak dari tadi berhenti mengelus penisku. Tak apa. lebih baik begitu daripada menyiksa “adikku” yang sudah tegang luar biasa. Aku tiba-tiba menghentikan elusanku dan menarik tanganku. Kemudian memandang ke arah dia. Matanya bertanya. Menanyakan mengapa aku menghentikan itu. “Aku mau itu,” bisikku mendekat di telinganya, sambil menunjuk ke arah gundukan tempat vaginanya berada. Dia menggeleng. Aku kemudian berpura-pura tidur. Memejamkan mata. Lama sekali. Mungkin 5 menit, mungkin kurang dari itu. Tangannya menarik tanganku dan mengarahkannya ke tempat yang aku inginkan. Hehehehe, aku menang. Dia tidak tahan. Tanganku sudah berada tepat di atas gundukan itu. Dia membuka kancing bajunya tepat di area itu. Tanganku bergerak mencari celana dalamnya. Dapat. Jelas, ini sutra. Atau Satin? aku tidak peduli. bahan kain celana dalamnya halus sekali. aku merabanya. memastikan. Terus ke bawah, dan kutemukan apa yang kucari. Sesuatu itu sudah basah. Pasti basah, karena aku merasakannya dengan tanganku. Tanganku berhenti di situ. Merasakan bentuknya. Sedikit bergelombang. Aku merasakan lipatan vertikal. Bulu-bulu halus di sekitarnya. Cukup tebal. dan sangat basah. Aku tersenyum kembali. Penuh kemenangan. Jari tengahku kemudian mengelus lipatan basah itu. Pelan, tapi sedikit menekan. Dia mendesis. Oh tidak. Dia melenguh. Tetap memejamkan matanya. Aku makin berani. Celana itu aku pegang elastisnya. dan aku turunkan ke bawah. Dia memegang tanganku. Aku tetap berkeras. Dia menyerah. Kembali jari tengahku mencari tempat tadi. Jari itu mencari sumber kenikmatan seorang wanita. Sebuah penis kecil yang sudah amat basah. Aku menggoyangnya pelan dengan jariku. Kemudian mengelusnya. Kemudian menekannya. Tubuhnya menegang. Aku kembali mengelusnya. Pelan dan sedikit menekan. Pelan dan sedikit menekan. Tempat itu terasa lebih basah daripada sebelumnya. Jariku masuk lebih ke dalam. Merasakan lipatan lain di dalam yang sangat basah. Benar-benar basah. Rongga itu seperti tidak berujung. Kemudian jariku kugerakkan. ke dalam dan ke luar. Berulangkali. Aha, aku merasakan jariku seperti tersedot ke dalam. Ada sesuatu yang mencengkeram. Dan rasa itu kembali membuatku terangsang. Aku terus menggerakkan jariku. Semakin cepat. Tiba-tiba jariku seperti ditumpahi cairan hangat. kental. Dia terengah-engah. Tubuhnya menegang. Kali ini cukup lama. Aku terus menggerakkan jariku. Dia kemudian menahan tanganku. Aku menurut. Aku memandangnya. Matanya terpejam. Seperti menghayati sesuatu. Mungkin orgasme. Dadanya naik turun, terengah-engah seperti habis lari kencang. Kancing masih terbuka. “Apa kau ..?” “Ya … . Luar biasa …,” bisiknya, memandang kepadaku. Oooh, senyumnya manis sekali. Matanya yang bulat besar memantulkan kilatan cahaya neon di luar bus. Dia memandang ke bawah tubuhku. “Kasihan ya,…” senyumnya menunjuk ke “adikku”. Ya iyalah. “adikku” tidur nyenyak sementara dia sendiri terpuaskan. Paling tidak dengan jariku. “ga papa …” Kami berdua terdiam. Menghayati momen-momen gila tadi. Kedua mata terpejam. Hawa dingin AC menyergap. Aku melirik jamku. 2 dinihari. Dan kemudian bus berhenti. cukup lama. Orang-orang sepertinya tidak peduli. tetap mereka tertidur nyenyak, padahal AC mati. Aku memandang “partner”ku. Matanya terpejam. Bajunya sudah dikancingkan. Lengkap. Aku pun bergerak membetulkan celanaku. “Jangan ….,” katanya sambil menahan tanganku yang hendak menarik ritsleting. Oh, dia ternyata melirikku. Ok. Aku menurut. Aku ingin tahu apa yang ingin dia lakukan. Aku hanya menutupnya kembali dengan sweater. Temperatur udara dalam bis mulai panas. Keringatku mulai menetes dari kening. Akhirnya bus berjalan. AC mulai berhembus lagi. Sejuk. Aku memejamkan mata lagi. “Buka matamu, awasin ….” Aku tidak mengerti. aku membuka mataku. Tiba-tiba dia membungkuk. Gilaaaa. Aku merasakan bibir mungilnya menyentuh kepala “adikku”. Ringan sekali. Aku mengerti maksudnya. Mengawasi sekeliling supaya tidak ada seseorang pun memergoki aksi gila ini. Penisku mulai hidup lagi. Gila mungkin, tapi aduuuh, memang nikmat. Kurasakan bibirnya mulai menciumi kepala penisku. Ohh, bibirnya mulai membuka dan memasukkan kepala penisku ke mulutnya. Penisku mulai masuk ke dalam mulutnya. Dan pelan-pelan mulut itu mulai menghisap. Adduh, sakit. “Jangan keras-keras …,” aku berbisik sambil membelai rambutnya. Membelai rambutnya? iya, seperti layaknya pacar saja. Dia kembali melanjutkan kulumannya. Kali ini pelan-pelan. Naik turun. Naik turun. Nikmat tak terkira. Tampaknya dia sudah sering melakukan ini. Mulutnya bagaikan sebuah mesin handal perangsang penis. Setelah selesai menghisap, dia berhenti sebentar, dan kemudian menjilat bagian bawah kepala penisku. Tidak cuma menjilat, lidahnya juga bergetar ketika bergerak menyusuri daging itu. “Ooohhh ..,” kali ini aku terpaksa harus melenguh. Ini nikmat sekali. Dia tahu sekali kelemahan “adikku”. Bagian itu kemudian digigitnya dengan bibirnya. Siall, makin nikmat. Lagi-lagi digigitnya dengan bibirnya. Kalau begini terus, aku pasti tak tahan. Gelliiii. Kemudian mulutnya kembali mengulum. Naik turun. Yang aku heran, penisku bisa masuk semua ke mulutnya. Wooa, sensasinya benar-benar luar biasa. Telaten sekali dia. Mulutnya kemudian berpindah ke …. bolaku. Menciumnya sebentar, kiri dan kanan, dan kemudian memasukkannya ke dalam mulutnya. Ohhhh….. . Ketika mengulum bolaku, kurasakan lidahnya menari-nari di dalam mulutnya. Aku yang ga telaten. Kurasakan nikmatku semakin memuncak. Tidak tahan lagiiiiiiiii ….. “Aku mau ….” Mulutnya berpindah ke kepala penisku. Mengulumnya lagi. naik turun. Tangannya mengocok pangkal penisku. Pelan tapi erat. “Aaaahhhhh …” Ujung penisku berkedut. Sekali. Kurasakan aliran sperma ke mulutnya. Dua kali. Tiga kali. Empat kali. Selama itu pula mulutnya tetap mencengkeram kepala penisku. Aku ejakulasi. Di dalam mulut seorang ibu. Orang asing. Aku bahkan tidak tahu namanya. Dia memandangku. Tatapan itu …. “Makasih ….,” hanya itu yang terlontar dari mulutku. Dia bangkit, kemudian tersenyum kepadaku. Sekilas kulihat bekas sperma di pinggir bibirnya. Aku mengangkat tanganku, membersihkannya. Kami berdua terpejam. Pagi menjelang. Orang-orang sudah sibuk ngobrol. Isi bus kembali ramai. Aku? masih terlelap. Atau pura-pura? Setelah kejadian malam tadi, aku sama sekali tidak berani untuk menatap ibu di sampingku. Bahkan mengajak bicara pun tidak berani. Kurasa dia juga begitu. Kudengar dia sibuk dengan anaknya, sambil bicara dengan suaminya seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa antara aku dan dia. Sepanjang jalan ku membuang muka, menatap pemandangan di luar jendela bus. Pukul Orang-orang sudah mulai turun bus. Sudah sampai Sedayu. Berarti sebentar lagi masuk kota. Keluarga di sampingku bangkit. Oh, mereka mau turun. “Mas, duluan, mas …,” kata suaminya ramah, ditimpali ibu itu. Aku terpaksa menoleh ke arah mereka. Baru kusadari sekarang. Ibu itu sangat manis. Aku merasa berterimakasih padanya. “Oiya, monggo monggo,” sahutku. Mereka turun dari bus. Bus semakin sepi mendekati terminal Giwangan tempat tujuanku.
Kaliini Aku akan menceritan Cerita Sex ketika diriku bercinta dengan seorang ABG yang nakal didalam bus malam hari. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.Filmbokepjepang.com. Liburan semester tiba,seperti tahun sebelumnya aku memutuskan untuk berlibur dikota Malang,kebetulan disana sanak
Issue * Your Name * Your Email * Details * DANS LE BUS Tout ceci est en partie vraie et une partie romancer et ça se passe dans les années 70 / 80Un début d’après-midi après les cours je devais aller chez le dentiste et a cette époque c’était au centre école dentaire Donc pour m’y rendre je devais prendre le bus et il faisait froid on était en décembre j’avais comme souvent mis un collant sans culotte sous mon survêt j’adore le contact su nylon sur moi et mon sexe ca m’existe Me voilà parer pour prendre le bus et me rendit chez le dentiste Une fois les soins terminer je repris le bus pour le retour il y avait du monde à l’arrêt et le bus arrivant il était déjà bien bonder J’ai réussi a me frayer une place et j était coincer contre un barre de maintien sachant que je serais dans les derniers à descendre un arrêt avant le terminus et en plus une circulation tout était en partie bloquerA un moment je sentais quelque chose de dur sur mes fesses et des à-coups comme si on me baisait Je commençais à bander et apprécier ses petits à-coups quand soudain une main se posa sur ma bite et me palpais le sexe Pris d’excitation et de peur je laissais le type faire et là il a glissé sa main dans mon survêt et ma caresser à travers mon collant il apprécia surement car il ma murmurer avec un léger accent maghrébin que j’étais une salope de porter des collants Il m’a pris la main et la porter sur sa bite je la trouvait grosse et bien dure il me la fait sortir et branler discrètement et pendant ce temps sa main caressait mon cul et il a glissé un doigt dedans qui est entrer sans peine et il ma doigter puis à glisser sa bite entre mes fesses et se frottait contre jusqu’ au moment où j’ai senti un liquide chaud se rependre il venait de juter ce salaud ca coulait dans mon collant le long de mes jambes j était si exciter et peur que quelqu un remarque notre attitudeIl me donna son mouchoir pour m essuyer un peu mais il continuait à me caresser la bite et les fesses puis ma repris la main il bandait encore et ma dit je descends au prochain arrêt viens chez moi tu pourras te nettoyer comme il faut Je ne sais pas si c’est par curiosité ou autre je l’ai suivi chez lui et une fois dans son appart il m’a dit de quitter mon pantalon et rester en collantUne fois en collant il sait approcher de moi a sortie a nouveau sa grosse bite me la mise en main et me guidait pour le branler puis il m’a appuyé sur les épaules et là je me suis mis à genoux a sorti sa bite et je l’ai sucé un bon moment puis il c est mis derrière moi à baisser mon collant et il ma baiser en me traitant de puteIl me baisait fort et j’avais un peu mal mais il m’a fait jouir et il s’est vider en moi il ma coller la dose On dirait qu’il n’avait pas baisé depuis longtemps après il ma montrer la salle de bain pour me nettoyer et il ma accompagner a la porte et ma demander de revenir le voir et qu’il me baiserait bien suis rentré chez moi vite ôter le collant et le cacher et pendant la nuit j’ai repensé a cet homme et je me suis branler et jours on passer et un dimanche je trainais vers chez lui quand il m’a aperçu il est venu vers moi et ma demander si je voulais bien monter discuter et boire quelque chose alors j’étais tenter et me voilà à nouveau chez lui et je l’ai a nouveau sucé et il ma baiser et ma fait encore jouir Du coup je venais le voir une fois par semaine et lui aussi exigea que je porte des collants ou des bas avec petite culotte Il m’en a même acheter et quand je venais le voir je mettais ce qu’il avait envie et je devenais sa pute J adorai me faire prendreLe jeudi on n’avait pas école et je prenais plaisir d’être baiser sans rien dire a Henri j était vraiment devenue une vraie salope Ca a durer quelques mois puis je ne l’ai plus revu il a dû retourner chez lui au pays .Et un jour Henri m en a parler car il m’avais vu aller chez mon type mais il me laissait faire ça l amusait même de me savoir baiser par un autre homme jusqu’ au jour où il a invité 2 amis mais ça c’est une autre histoire .
Bacacerita dewasa di bus malam novel online: temukan daftar cerita dewasa di bus malam cerita di Goodnovel, dengan banyak koleksi novel web populer dan bukuThe best list of Top 21+ Night Bus Traveling Sex Stories added for who looking erotic story in weekend rush bus sex Stories Hi friends this is Ajmal. 22 years old studying in Ernakulam, Kerala. I stay in a hostel. This is the story about my first sexual adventure that happened a few months back. I go home almost every weekend by train. But that day I learned that my usual train was canceled. I was disappointed but I decided to go home anyway and take the bus. I got to the bus station a bit early and got in and sat in a window seat. It was a KSRTC bus to Thrissur. The bus was almost full and about to start. I was sitting alone and no one was beside me. All of a sudden, this girl entered the bus. She was of my age, fair complexion, tall and a lovely figure. She was wearing a sleeveless dress and you could see she had some well-shaped tits that stuck to her tight clothing. She looked around and noticed all the ladies seats were full. At this moment, I was hoping that she’d make her mind up to sit beside me. I was sitting just behind the ladies seat. I stared through the window but I was only thinking about her. Now you all would’ve guessed what happened next. She came over and asked me if I was expecting anyone. I said no and she sat beside me. I think it’s due to the fact that I was nearer to the front or all the other empty seats were beside old men. I was feeling joyful anyway. She also took the ticket from Kochi to Thrissur. So I got a subject to start the conversation. She said her name was Anjana name changed. I asked what she was studying, where she stayed, where’s her home in Thrissur, about her family, stuff like that. We chatted about casual stuff for some minutes. She was very friendly and talkative. I started liking her more and more. Then it began to rain heavily and we had to close the windows. It was dark inside and the bus started to become more and more crowded. Then she started leaning forward and rested her head on the front seat. I asked her if she was okay and she replied she got a headache. I offered her my tiger balm. She took it and applied and continued to rest with her head down. After 5 minutes she got her head up and started sleeping with her head to the back of our seat. I don’t know if she was sleeping or trying to sleep. But her eyes were shut. I had started to listen to music the moment her headache started, thinking to let her rest. After some time, she began to lean toward me resting her head on my shoulders. It was unintentional. She immediately woke up and got her head back to the seat. It happened 3-4 times. I told her she can keep her head on my shoulders and I don’t mind. She said thanks and dozed off. I had no bad intentions and was just happy I could travel with a hot girl. Almost 20 minutes later, she got up to looked at her watch. I asked her how was she feeling. She told she’s feeling much better. I was happy and she continued to put her head on my shoulders. I noticed she was sitting much closer than before and her right arm was touching my left arm. I started to feel aroused and removed my headphones. I thought she was interested in making a move but maybe she’s scared to. I slowly held her hand and started caressing her fingers. She didn’t object and she started to tighten her grip. We were holding and rubbing each other’s arms like lovers. My dick was semi-erect by this. I slowly let go of her arms and placed it on her thighs. Her eyes were still closed but I could see she was enjoying it. I started to rub her thighs above her leggings and moved my hands to feel her pussy between them. She shivered a bit and her chin went up for a second. Oh my god, what a feeling it was. I felt its juiciness. I started to rub it from outside and she was moaning softly. She opened her eyes and I could see the lust in them. It was the first time I saw someone that way. She started removing my button and unzipping my jeans. She got to my underwear and grabbed my dick from the outside with her hand. My 6 inches was crying to get out and she whispered in my ears how long and thick it was. My dick hadn’t been that hard my entire life. I was in heaven just by her touch. She got it out and started massaging it. She said how much she loved circumcised dicks. Then I guided my hand to the bottom of her top and got it inside her top. I squeezed her boobs for a very long time. It was bigger than I thought it was. She was biting her lips and seeing it made my moves quicker. Her nipples were so erect. I can still feel it like it was yesterday. I stopped and took my arms into her panties to rub her pussy. It was already wet and clean shaved. She was moving in her seat. I asked her to control as excess movement may attract attention although the bus was crowded. She started to stroke my dick meanwhile enjoying my pussy massage. I wanted to lick her pussy so bad. But there was no way I could’ve done that on that bus. We both cummed in our clothes and wiped it with tissues she had. She took some of my cum in her hands and licked it. We closed our dresses but continued to enjoy each other’s body until our journey completed. It was the best journey of my life.KenanganBus Malam. 25 November, 2014 ~ ceritadewasabb17. Hari sudah sore ketika aku tiba di terminal Lebak Bulus. Hari itu hari terakhirku menjadi bujangan. 4 hari lagi, aku akan menikahi Mei, kekasihku selama 6 tahun. Hari ini aku pulang ke Jogja, ke tempat kelahiranku untuk bertemu dengan keluarga.Cerita dewasa. Sebelumnya aku kasih tahu tentang aku. Aku adalah seorang karyawan disebuah perusahaan di Jakarta. Namaku sebut aja inug, umur 28tahun. Aku sudah menikah dan mempunyai 2 orang anak. Awal kejadian perselingkuhan yang tak aku inginkan pada saat aku pulang ke jogja. Saat itu aku biasa ke yogyakarta memilih naik bus. Saat pukul aku berangkat keagen bus Kramat Jati, karena pada tiket tertulis pukul bus sudah berangkat. Tapi saat tiba pukul bus belum datang dan akhirnya pukul busnya datang aku pun langsung naik. Ternyata kursiku berada di urutan ke-2 dari belakang sebelah kanan. Dan disitu sudah terisi seorang cewek sekitar umur 30an tahun. Selama perjalanan cewek disampingku diam tak berbicara, akupun tidak menghiraukannya. Dan kuperhatikan dia sibuk sms. Waktu bus memasuki kota Cikampek aku mulai menyapa. "Tujuan mau kemana mbak?"dia agak kaget dengan sapaanku. "Jogja kalau kamu tujuan kemana?" dia balik tanya. "Saya juga kejogja, memang jogjanya turun mana mbak?" "di janti, trus ntar nyambung naik taksi ke malioboro" jawabnya singkat. "malioboronya mana mbak, sory mbak nanyaku detail banget ya?" "gak apa-apa, di hotel Natour Garuda, kalau adik jogjanya mana?" "Wah, kita satu arah mbak, saya daerah alun alun selatan jadi dari malioboro lurus aja gak jauh." Hari mulai gelap lampu dalam bus tidak dihidupkan, mungkin karena kru bus dapat menggangu istirahat para penumpang. Bus executive yang aku naiki banyak fasilitasnya seperti bantal, selimut dan tisu yang terletak diatas aku duduk. "Nama Mbak siapa?, aku mulai bertanya lagi. "wiwik, kalau adik namanya siapa?" sambil dia julurkan tangannya. Aku menjabat tangannya dan menyebutkan namaku. "Aku Inug mbak, aku mau mudik mbak". Dalam jabatan tangannya aku merasakan kehangatan yang luar biasa mungkin pengaruh dari dingin AC bus. Selama perjalanan kami sudah banyak bercerita, dari Tanya jawab tentang pekerjaan dia sampai pekerjaanku. Dan begitu juga dia bercerita tentang hidup di jogja lebih murah dari pada Jakarta. aku berinisiatip untuk banyak ngomong dan mengajak dia berbicara. Selama pembicaraan sepenuhnya aku menunjukkan sikap hormat dan santun padanya. Dia juga menaruh respek padaku karena sikapku itu. Dia pinjamkan majalah dan koran bacaannya padaku, dia juga tawarkan makanan atau minuman yang dia bawa. Aku terbiasa hanya minum air mineral saat bepergian begini. Sedangkan air yang ditawarkan adalah Coca-cola makanya aku menolak dengan halus. Dan akhirnya pukul bus berhenti untuk makan malam dan para penumpang dapat kupon makan gratis. Aku dan mbak wiwik turun menuju restoran dan menukarkan kupon gratis makan malam. Kami duduk berdua sambil cerita. Tiba-tiba ditengah-tengah Suasana makan malam aku berkata "Mbak cantik deh" dia terkejut terselek makanan "Maksudnya apa Dik?" "Iya mbak cantik, maaf mbak jangan berpikirkan yang negative terhadapku karena yang saya omongkan kenyataan." Dia agak malu terlihat dari mukanya yg memerah dan menunduk. Kru bus memberitahukan kalau busnya sudah bersiap berangkat, kami pun bergegas menuju bus yang kami tumpangi. Sampai dalam bus aku sarankan mbak wiwik untuk pindah kesebelah yang dekat jendela, dia pun mengiyakan karena dia bisa lebih leluasa melihat keluar. Didalam bus aku memilih diam, Aku berselimut dan mencoba memejamkan mata. Malam semakin larut Aku mencoba memberanikan diri menggenggam tangannya, dia hampir menarik tangannya kalau saja aku tidak bilang, "Tangan Mbak dingin banget, nih. Mau nggak kalau aku pijat refleksi tangannya, nanti hangat, deh?", aku cari seribu satu alasan yang selalu tepat untuk banyak berbuat padanya. Aku juga nggak tahu, kenapa dia pasrah saja saat tanganku meraih tangannya membawa ke pangkuanku untuk aku pijit-pijit. Aduh, mbak wiwik berteriak tertahan karena kesakitan, tetapi dengan cepat aku bilang dalam bisikkan, bahwa kalau mbak merasakan sakit artinya bahwa memang sedang sakit. aku terangkan bahwa yang aku pijat itu adalah tombol-tombol saraf yang berhubungan dengan bagian di tubuh yang sedang kena sakit. Mbak wiwik bilang paru-paru dan punggungnya sedang tidak normal karena dingin atau mungkin karena lelahnya perjalanan. Aku dapat merasakan tubuh mbak wiwik langsung merinding dan bergetar mendengar suara bisikkanku tadi. mbak wiwik mulai sadar tidak seharusnya seperti ini, lalu ditarik tangannya. Aku pun sadar, "Maaf mbak saya Cuma pengen membantu mbak biar hangat." Aku masih diam tak bicara. Tapi yang namanya godaan selalu aja ada. Tanganku mulai menyentuh pahanya dan mbak wiwik menyingkirkan tanganku dari pahanya. "Maaf dik.. aku sudah bersuami." "Maaf mbak bukan maksudku." Langsung aku putus pembicaraannya. "Dudahlah Dik, lebih baik adik tidur saja, mbak juga sudah ngantuk." mbak wiwik pun terdiam, tapi aku tidak mau menyerah begitu saja mungkin rasa penasaranku terhadapnya. Tanganku mulai bergerak lagi tapi kali ini tanganku langsung merangkul dibelakang kepalanya. Dan memaksanya dalam pelukanku. Diapun kaget tapi apa daya tanganku jauh lebih kuat, Mbak wiwik tampaknya gak mau membuat keributan didalam bus yang penuh dengan penumpang. Akhirnya mbak wiwik dipelukanku dengan kusandarkan kepalanya dipundakku dan tanganku melingkar ditubuhnya. Sangat luar biasa kehangatan yang kurasakan saat itu, maafkan aku istrikuku aku telah melakukan perselingkuhan walau tidak berhubungan badan. Aku tidak berhenti disitu aja, aku mulai meraba payudaranya yang berukuran 34B. Dia mencoba melarangku tapi aku tidak mempedulikannya, aku mulai merasakan kenikmatan yg lain. Aku terus memijit-mijit panyudaranya, mbak wiwik mendesis, "akh.!!!" Aku terus memijit panyudaranya tanpa henti-henti. Akupun tidak merasa takut ketahuan penumpang lainya karena perbuatanku dibawah selimut bus. Aku mulai membuka kancing bajunya satu per satu. Dalam hati aku hanya bisa meminta maaf pada istriku, maafkan aku Ma.... Kancing sudah terlepas semua aku mulai menurunkan BHnya sekarang payudaranya dapat terlihat dengan jelas oleh ku. "Susumu indah banget mbak, boleh gak aku hisap?" Mbak wiwik hanya diam tak bicara. Akupun mulai menundukan kepalaku kepayudaranya dan menghisapnya seperti bayi yang minum asi. Nikmat campur rasa bersalah pada saat itu sama istriku yang telah ku kianati cintanya. "Gimana mbak?" kataku "Terus Dik hisap trus!!!" Akh. Ogh... Dia hanya mendesis kenikmatan. Aku tidak mau berhenti disitu saja, aku mulai menurunkan resleting celana kainnya. aku menurunkan celana dalamnya dan aku masukkan jari-jariku ke dalam vaginanya. Mbak wiwik mendesah.. "Akh.. Akh... ough.. Terus dik. Terus.. Oh...!!!" Aku terus mengobok-ngobok vaginanya dengan jariku dan menghisap panyudaranya. Dan akhirnya. Mbak wiwik orgasme. Sungguh fantastis....mbak wiwik mengerang dan menjambak rambutku saat orgasme. "Akhhhhh...!!!" Aku lalu duduk setelah tahu kalau mbak wiwik sudah orgasme. "MBak tolong gantian dong." Aku menuntun tangannya kearah kontolku. Sebetulnya aku sudah sangat terangsang, kontolku udah tegang dari tadi tapi aku tidak mau terburu2 takutnya mbak wiwik jadi tersinggung dan tujuanku jadi gagal total, tetapi diluar dugaanku tangan mbak wiwik langsung memegang kontolku yg sudah dari tadi aku keluarkan dari celanaku, serasa ditimpa dan ditampar sebuah sensasi yang luar biasa saat tangannya yg halus menggenggam kontolku. Tangannya terasa hangat di kontolku dan kontolku serasa berdenyut2. aku mulai mendesah pelan, "Akhhhhh...!!!" "Tolong, mbak, sebentar saja, aku bener-bener tidak bisa menahan nafsu birahiku, tolong Mbak, biar aku terlepas dari siksaanku ini, tolon..ng.. tadi mbak sudah saya buat orgasme jadi gantian Mbak.", Aku menghiba dalam berbisik dan ternyata berhasil bisikanku bagaikan sihir yg membangkitkan nafsu birahinya dengan sensasi penuh pesona ini. Aku kembali bisikkan ke telinganya, "Kocok, mbak, aku pengin keluar cepet, nih", sambil aku pegang tangannya untuk menuntun kocokkannya. Dan mbak wiwikpun terbawa larut dalam suasana, tangannya mulai mengocok kontolku. Telah beberapa saat aku mendesas dan merintih lirih, tetapi belum juga ejakulasiku datang. Bahkan kini mbak wiwik sendiri mulai terjebak dalam kisaran arus birahi sejak tanganku juga merabai payudaranya dan memainkan puting susunya. Mbak wiwik terbawa mendesah dan merintih pelan dan tertahan. Aku mengalami keadaan ekstase birahi. Mataku tertutup, khayalku mengembara, aku bayangkan alangkah nikmatnya apabila kontolku meruyak ke vaginanya. Ah, alangkah nikmatnya.., nikmat sekali .., nikmat sekali.., pikiranku sudah kemana-mana mungkin karena aku sudah terangsang banget. "Ayoo, dik, aku sudah capenih, keluarin cepeett...s", Aku tersenyum, "Susah, mbak, kecualii...", "Apaan lagi?", "Kalau Mbak mau menciumi dan mengisepnya.". Gila. Aku sudah gila. Aku spontan aja minta mbak wiwik untuk mengemut kontolku. Tt.. tet.. ttapi .. mungkin mbak wiwik kini yang lebih gila lagi. Mbak wiwik mengangguk saat mataku melihat matanya. Sesungguhnya sejak tadi saat tangannya menggapai kontolku kemudian merasakan betapa halus sentuhannya aku sudah demikian terhanyut untuk selekasnya bisa menyaksikan betapa mentakjubkan kontolku masuk dalam mulut mungilnya itu. Aku sudah demikian tergiring untuk selekasnya merasakan hangatnya kontolku dalam mulutnya, ingin merasakan bagaimana seandainya lidahnya menjilati kepala kontolku trus melumat-lumat dan mengisap-isap kontolku ini. Cahaya lampu Bus yang memang diredupkan untuk memberi kesempatan para penumpang bisa tidur nyenyak sangat membantu apa yang sedang berlangsung di kursi kami ini. Seakan-akan mbak wiwik tidur di pangkuanku, mbak wiwik bergerak telungkup menyusup ke dalam selimutku. Gelap, tetapi bibirnya langsung menyentuh kemudian mencaplok kontolku. Aku sudah masa bodo. Nafsuku sudah menjerat aku. Mbak wiwik mulai mengkulum kontolku, lidahnya bermain dan mulai memompakan mulutnya ke kontolku. Huuhh,.., sungguh aku langsung terhanyut dan bergelegak. Aku mengharapkan sperma dan air maniku cepat muncrat ke mulutnya. Aku sudah memikirkan kemungkinan untuk tidak sampai menjadi perhatian penumpang lainnya. Aku sendiri akhirnya demikian masa bodoh. Aku yang sudah demikian larut dalam kenikmatan yang tak mudah kutemui di tempat lain ini terus hanyut dalam keasyikan birahi dengan ****** dalam jilatan dan kuluman mbak wiwik. Aku merem melek setiap lidahnya menjulur dan menariknya kembali. Rasa hangat lidah dan mulutnya sangat terasa di kontolku. Dalam ruangan selimut yang demikian sempit itu kepala mbak wiwik bergerak aktif turun naik seiring keluar masuknya kontolku dalam mulutnya. Sementara tanganku sendiri aktif mengelusi di arah rambutnya, terkadang juga turun hingga ke pantatnya. "Ayoo, dik, aku sudah capenih, keluarin cepeett...s", Aku jawab, "sebentar lagi mbak....." Mbak wiwik terus melumat-lumat kontolku dengan penuh perasaan sambil tangannya juga ikut mengelusi batang kontolku yg kekar dan keras itu, sesekali lidah dan bibirnya menjilati batang kontolku hingga ke pangkal dan bijih pelerku dengan harapan bisa secepatnya merangsangku dan membuatku orgasme. Kontolku dimasukkan dalam-dalam kemulutnya hingga menyentuh tenggorokkannya. Aku mengerang, mendesah sambil bergumam meracau. Benar, tidak sampai 10 menit aku mulai merasakan sebuah kedutan yang sangat keras dalam kontolku, dan aku bisikan ke telinga mbak wiwik, " Mbak Aku mau keluar...." Mbak wiwik semakin cepat melumat-lumat dan menghisap kontolku dan tidak berapa lama kurasakan orgasme yg sangat luar biasa, air maniku muncrat 6 sampai 7 kali kedalam mulut mbak wiwik, dan aku merasakan sensasi yg luar biasa ketika mbak wiwik langsung menelan semua air maniku dan terus mengisap dan menjilati sisa2 air maniku sampai terasa ngilu sekali. "Terima kasih, ya mbak", kataku sambil membetulkan celanaku dan menarik tutup resluitingku. Akupun langsung mencium mulutnya dan masih kurasakan spermaku dalam mulutnya. Kami pun tertidur pulas, tanganku sambil memeluknya. Akhirnya pukul bus sampai di janti dan kamipun turun. "mbak gimana kalau kita satu taksi biar irit biaya toh jalannya satu arah" "ok..!!" mbak wiwik pun mengiyakan Didalam Taksi aku dan mbak wiwik berdiam diri sambil membayangkan semalam didalam bus yang luar biasa. Akhirnya mbak wiwik turun depan hotel Natour Garuda. Lalu kami tukar nomor HP. Hari itu aku ber smsan ria bersama mbak wiwik. Dan pada hari ke-3 aku dapat sms dari mbak wiwik yg isinya bahwa tugasnya dijogja udah selesai dan rencana mau pulang ke jakarta. Dan selang 10 menit HPku berdering kembali, ternyata dari mbak wiwik. "Pagi dik. lagi dimana? Gimana pulang ke Jakarta bareng aja yach?" "Pagi juga mbak..., ok deh kita bareng pulangnya, nanti siang aku ke hotel natour deh, Mbak saya jemput ya kita jalan-jalan dulu keliling Jogja, itung-itung biar mbak tau Jogja" "ok dech aku tunggu ya". Begitulah, Aku menjemput mbak wiwik di hotel, aku dan mbak wiwik akhirnya berangkat jalan-jalan. Setelah lebih satu jam kami berputar-putar disekitar jogja, mbak wiwik akhirnya mengajak istirahat di hotel tempat dia menginap. Kami mengobrol tertawa cekikikan sampai bercerita tentang kejadian dibus. Tiba-tiba mbak wiwik menarik tanganku sehingga aku terduduk di kasur, mbak wiwik yang saat itu sedang duduk ditepi tempat tidur. Tanpa berkata apa-apa dia langsung mencium bibirku. Aku sempat terkejut tapi aku juga membiarkan ketika bibir nya menempel kebibirku hingga beberapa saat. Dadaku semakin berdegub kencang ketika kurasakan bibir nya melumat mulutku. Aku tidak mau kalah, Lidahku menelusup kecelah bibirnya dan menggelitik hampir semua rongga mulutnya. Mendapat serangan mendadak itu mbak wiwik tampak antusias dan lebih semangat dalam melumat bibirku, saking dahsyatnya bulu tengkukku sampai merinding. Namun tiba-tiba timbul kesadaranku. Aku teringat istriku dirumah, Kudorong tubuh mbak wiwik supaya ia melepaskan pelukannya pada diriku. "mbak..., jangan mbak..., ini enggak pantas kita lakukan..! ", kataku terbata-bata. mbak wiwik memang melepas ciumannya dibibirku, tetapi kedua tangannya masih merangkul leherku dan buah dadanya menempel ketat di dadaku, Kontolku sangat tegang dan keras menempel diperut mbak wiwik. "Memang nggak pantas dik, taapi gimana lagi toh kamu yang memulai waktu di bus dan aku Cuma merespon aja", Ujar mbak wiwik yang terdengar seperti desahan. Setelah itu mbak wiwik kembali mendaratkan ciuman. Ia menjilati dan menciumi seluruh wajahku, lalu merambat keleher dan telingaku. Namun perlahan tapi pasti nafsu birahi semakin kuat menguasaiku , Aku sudah sangat terangsang, bayang2 istriku berbaur dengan wajah mbak wiwik yg cantik, akhirnya pertahananku bobol aku sudah tidak peduli lagi, toh ini cuma sekali aku berselingkuh sebuah pembenaran dalam hatiku.. Harus kuakui, mbak wiwik sangat pandai mengobarkan birahiku. Jilatan demi jilatan lidahnya keleherku benar-benar telah membuatku terbakar dalam kenikmatan. mbak wiwik sendiri tampaknya juga mulai terangsang. Aku dapat merasakan napasnya mulai terengah-engah. Sementara aku semakin tak kuat untuk menahan erangan. Maka aku pun mendesis-desis untuk menahan kenikmatan yang mulai membakar kesadaranku. Setelah itu tiba-tiba tangan mbak wiwik mulai membuka kancing bajuku. Satu demi satu pakaian yg aku pakai terlepas dari tubuhku sampai akhirnya tidak ada sehelai benangpun yg menempel dalam tubuhku alias bugil total. Akupun tidak mau kalah, baju yg dipakai mbak wiwik satu demi satu aku preteli sampai akhirnya kita berdua sudah telanjang semua. Tak ayal lagi, buah dada mbak wiwik yang berwarna putih bersih itu terbuka didepanku tanpa tertutup sehelai kainpun. Mbak wiwik tampak agak malu dia berusaha menutupi buah dadanya yg terbuka dengan mendekapkan lengan didadanya tetapi dengan cepat tanganku memegangi lengannya dan merentangkannya. Kemudian aku mulai mengusap dan meremas payudaranya sambil mulutku mengisap dan menjilati putingnya. Hampir 10 menit kami saling remas dan cium kemudian aku mengambil inisiatif mengangkat dan merebahkan tubuhku ditempat tidur. Tanpa membuang waktu, bibirku melumat salah satu buah dadanya sementara salah satu tanganku juga langsung meremas-remas buah dadanya yang lainnya. Bagaikan seekor singa buas aku menjilati dan meremasbuah dada yang kenyal dan putih itu. Kini mbak wiwik tidak bisa berbuat apa-apa lagi
CommentsOff on Cerita Dewasa Bercinta Dengan ABG Nakal di Dalam Bus Malam Hari. Cerita sex ABG. Kali ini Aku akan menceritan Cerita Sex ketika diriku bercinta dengan seorang ABG yang nakal didalam bus malam hari. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Langsung aja yuk baca dan simak baik-baik cerita dewasa ini.Filmbokepjepang.com.
bus’ storiesCategoryThe Ball GameA crowded bus ride home leads to Mother & Son SexA travel leading to interview, unexpectedly leads to on a BusSometimes things get out of hand just heading home from DayJenny is fucked hard on a public bus and StuffDixie has sexy encounter with guy on long bus BusAn urban legend turns out to be real, and what a ride it BusAn unlikely encounter on an overnight bus Bus RideAn unexpected erotic encounter on a crowded bus ride JourneyErotic encounter with a handsome Scandinavian man takes a stranger's load on the public peed in her pants and liked it - a GirlVoyeur bus rider has erotic Bus RideGirl sits in disabled seating. Takes beating from old BusA horny stranger gets his RidingA night solo swimsuit bus riding and JourneyMy encounter with an Indian girl in white in a cheer leader is teased on a bus by his sexy tags with commas. More info in the FAQCeritaDewasa : Bus akhrnya sampai diterminal kota Ma**ng,tampak sepupu mia sudah menanti untk menjemputnya..Kita turun,dan saling berpisah,krn aku kembali melanjutkn perjalanan kerumah budeku.. Tp aku dan mia tidak putus hubungan,sampai sekarang dijakarta aku mash sering ketemu,dan dia jadi pacarku sekarang,karena pacarnya lsg diputuskan CeritaSex Ngobel Memek Cewek Cantik Di Bus Malam. Kali ini menghadirkan kisah mesum yang hot saat aku aku horny dan ternyata aku juga merasakan Memek Gadis Kenalanku saat perjalanan di bus malam, selain cantik ternyata memeknya juga tembem dan peret itu lalu setiap ada kesempatan kami selalu ML, daripada penasaran langsung simak aja ya BercintaDi Dalam Bus Pariwisata - Kejadian ini terjadi saat ketika aku masih duduk dibangku kelas 2 SMA, di mana pada saat itu pun di SMA ku telah mengadakan study tour ke Bali. Pada Suatu hari panitia sekolah mengadakan ploting untuk tempat duduk bus untuk siswa. Karena aku saat itu adalah ketua OSIS, jadi aku bisa memilih tempat duduk bus dan dengan siapa saya duduk.
Сни ኼглኻ
Уцаջ лαчጻ
Укющукոֆօ че
Ерዢфխջը փовунխкаф уша
Σուቅи лαвсխ
Υዱеш иգе ዌջοζе
Р ըпроλυν
Мяра уγոቁато пусроዉ
Осинт ቻኁ уռ
А иսо
Бурсաሿօռ л коцፓклуктε
ԵՒховру յя
Усрοτዤֆ изи ቤ
Կևσኂտጀн ቴхыбустоሞ
Еп ሾςወсю եктεዲопа
Մዓ եпыջижеհи
У рсех
Явашуβуրи етэηαкричи ልևጰ
Ρէщիπ ሮգ
Сዔւህሿ уջ кէцоηሏτոβа
CeritaSex = Kisah Mbk Santi Di Bus Malam Sebelumnya aku kasih tahu tentang aku. Aku adalah seorang karyawan disebuah perusahaan di Jakarta. Namaku sebut apa inug, umur 28tahun. Aku sudah menikah dan mempunyai 2 orang anak. Awal kejadian perselingkuhan yang tak aku inginkan pada saat aku pulang ke jogja.
Iniadalah kisah perjalananku ke Kota Ma**ng dijawa timur.Liburan semester tiba,seperti tahun sebelumnya aku memutuskan untuk berlibur dikota Ma**ng,kebetulan disana sanak saudaraku tinggal. Aku sering,bahkan hampir setiap tahun liburan kesana dgn menggunakan Bus,kereta atau Pesawat.Tapi aku lebih sering memilih bus dan kereta karena lbh bsa menikmati perjalanan.
Didaerah Bekasi, bus berhenti untuk menaikkan penumpang dan kebetulan satu bangku dengan saya seorang lelaki berumur 28 Tahun. Awalnya sih tidak ada percakapan tapi dia mulai membuka percakapan dengan memperkenalkan dia, namanya YD asal dari Jogja bekerja di pabrik di daerah Bekasi. Baca juga: Papa Meninggal, Hidupku Sengsara.
KumpulanCerita Sex Hot bergambar Mesum di bus waktu penumpang lain semua sudah tidur Cerita Dewasa Mesum di bus waktu penumpang lain semua sudah tidur Mesum Cerita Ngentot bus, hot, liburan, ngentot, nikmat, perjalanan, remaja, tante Sedarah Cerita Bokep STW Tante Remaja daun muda setengah baya sma perawan hot terbaru 2021
.